Sabtu, 27 Mei 2017

Cara Menggunakan dan instalasi Virtualbox

Cara Menggunakan Virtualbox untuk Instalasi Windows dan OS Lain

Virtualbox adalah sebuah mesin virtual bersifat open source yang berfungsi sebagai mesin virtualisasi untuk menginstall OS (Operation System) sehingga memungkinkan anda untuk menjalankan beberapa OS tanpa harus dual boot dan tanpa harus takut kehilangan data sistem anda.
Hal ini penting jika anda ingin melakukan uji coba atau simulasi instalasi sebuah sistem operasi. Dan pada kesempatan ini saya akan menjelaskan bagaimana cara menggunakan virtualbox ini, mulai dari proses instalasi sampai pada pembuatan virtual machine. Baiklah lansung saja kita bahas satu per satu.

1. Instalasi VirtualBox

1. Pertama sebelum kita melakukan instalasi, tentu kita harus mendownload file instalasi virtual box terlebih dahulu, anda dapat mendownloadnya secara gratis melalui website resminya https://www.virtualbox.org/wiki/Downloads. Pilih paket sesuai dengan sistem operasi yang anda gunakan dan kemudian download.
2. Setelah selesai anda download, lakukan install virtualbox anda dengan mengklik dua kali file exenya. Lalu kemudian jendela selamat datang akan terbuka. Klik Next >.
klik dua file exenya
3. Pada jendela Custom Setup, gunakan pengaturan defaultnya saja. Kemudian klik Next >.
cara menggunakan virtualbox
4. Pada jendela selanjutnya terdapat beberapa opsi pilihan mengenai shortcut untuk mengakses virtual box anda. Silahkan checklist semua lalu kemudian klik Next >.
checklist semua kemudian next
5. Di jendela berikutnya akan muncul peringatan bahwa untuk menginstal fitur Virtual Box Networking akan memutuskan anda dari koneksi jaringan untuk sementara. Bila anda setuju anda dapat melanjutkan instalasi dengan mengklik Yes.
cara menggunakan virtualbox
6. Pada jendela terakhir, virtualbox anda telah siap untuk di install. Untuk menyelesaikannya klik Install dan tunggu hingga proses instalasi selesai.
klik install
7. Setelah proses instalasi selesai pada bagian terakhir terdapat pemberitahuan bahwa proses instalasi telah selesai. Untuk membuka virtualbox anda, silakan checklist “Start Oracle VM Virtualbox 5.18 After Installation” dan klik Finish.
finish

2. Membuat Virtual Machine

1. Langkah pertama untuk membuat mesin virtual adalah dengan meng-klik tombol “New” pada bagian atas kiri layar atau dengan shortcut Ctrl + N.
klik tombol new
2. Setelah mengklik “New” anda akan diminta untuk memasukkan Nama, Type dan Version virtual machine anda. Masukkan Type & Version sesuai dengan OS yang anda ingin instal nantinya. Setelah selesai klik Next.
nama dan sistem operasi yang dipilih
3. Pada layar selanjutnya anda akan diminta untuk menentukan ukuran RAM yang akan di alokasikan untuk mesin virtual. Virtualbox memberikan rekomendasi ukuran berdasarkan sistem operasi yang akan di install, namun anda dapat menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan anda. Semakin besar RAM yang anda alokasikan makan semakin lancar pula virtual machine anda. Namun anda perlu untuk menyisakan beberapa, agar sistem operasi reguler anda dapat tetap berjalan. Setelah selesai klik Next.
alokasikan ram untuk mesin virtualnya
4. Langkat selanjutnya adalah membuat harddisk virtual yang akan digunakan untuk menginstall sistem operasi dan program pada mesin virtual anda nantinya. Terdapat 3 opsi pengaturan yang bisa anda gunakan :
  • Do not add a virtual hard disk
    Opsi ini digunakan untuk tingkat mahir dimana hard disk virtual akan dibuat dalam pengaturan terpisah setelah pembuatan mesin virtual selesai.
  • Create a virtual hard disk now
    Opsi ini digunakan untuk membuat hard disk virtual baru bersamaan dengan pembuatan mesin vitual.
  • Use an existing virtual hard disk file
    Opsi ini digunakan untuk menggunakan hard disk virtual yang sudah pernah anda buat.
pilih create
Untuk saat ini karena anda belum memiliki hard disk vitual maka pilih Create a virtual hard disk now dan tekan Create.
5. Pilih tipe file hard disk yang akan kita gunakan.
pilih vdi lalu next
Terdapat 3 tipe file hard disk yaitu :
  • VDI (Virtualbox Disk Image) adalah format native dari Virtual Box
  • VHD (Virtual Hard Disk) adalah format native dari Microsoft Virtual PC
  • VMDK (Virtual Machine Disk) adalah format native dari VMWare
Jika anda tidak ingin menggunakannya untuk software virtualisasi lainnya pilih “VDI (VirtualBox Disk Image)”. Kemudian pilih Next >.
6. Pada langkah selanjutnya anda akan diminta untuk memilih bagaimana virtual hard disk tersimpan pada hard disk fisik anda. Terdapat dua opsi pengaturan yaitu :
  • Dynamically Allocated, menggunakan kapasitas hard disk fisik berdasarkan jumlah hard disk virtual, tidak berdasarkan ukuran yang telah di tentukan.
  • Fixed Size, kapasitas hard disk fisik yang digunakan berdasarkan kapasitas hard disk virtual yang dibuat.
Pilih sesuai kebutuhan anda (direkomendasikan menggunakan Dynamically Allocated)  dan kemudian pilih Next >.
dynamically allocated
7. Pada langkah terakhir adalah menentukan Lokasi & Ukuran hard disk virtual anda. Silahkan atur sesuai dengan kebutuhan anda. Ada baiknya anda menyesuaikan dengan system requirement dari OS yang akan di install. Setelah selesai klik Create maka mesin virtual anda telah berhasil dibuat.
pilih create for virtual hdd

3. Menjalankan Virtual Machine

Setelah selesai membuat virtual machine yang harus anda lakukan selanjutnya yaitu menjalankannya dengan mengklik tombol Start.
Saat pertama kali anda menjalankan virtual machine, anda tetap harus menginstall sistem operasinya, sama seperti pada komputer biasa, ini berarti anda harus menyiapkan DVD instalasi atau file ISO sistem operasi anda. Pastikan Type & Version ISO yang anda punya sama dengan yang sudah anda atur di Langkah 2 pada Membuat Virtual Machine.
browse os yang diinginkan
Setelah menentukan lokasi file ISO, langkah selanjutnya adalah klik Start dan lakukan instalasi OS seperti pada tutorial yang telah ditulis sebelumnya :

sumber :

Jumat, 26 Mei 2017

Sejarah dan Perkembangan Linux

         Sejarah Dan Perkembangan Linux



Pada tahun 1969, Ken Thompson dan Dennis Ritchie (juga adalah developer bahasa C), para peneliti di AT&T Bell Laboratorium Amerika, membuat sistem operasi UNIX, cikal bakal dari Linux. UNIX mendapatkan perhatian besar karena merupakan sistem operasi pertama yang dibuat bukan oleh hardware maker. Selain itu juga karena seluruh source code-nya dibuat dengan bahasa C, sehingga mempermudah pemindahannya ke berbagai platform.
Dalam waktu singkat UNIX berkembang dalam dua jalur : UNIX yang dikembangkan oleh Universitas Berkeley dan yang dikembangkan oleh AT&T. Setelah itu mulai banyak perusahaan yang melibatkan diri, dan terjadilah persaingan yang melibatkan banyak perusahaan untuk memegang kontrol dalam bidang sistem operasi. Persaingan ini menyebabkan perlu adanya standarisasi. Dari sini lahirlah proyek POSIX yang dimotori oleh IEEE (The Institute of Electrical and Electronics Engineers) yang bertujuan untuk menetapkan spesifikasi standar UNIX. Sejak saat itu, muncul berbagai macam jenis UNIX.
Salah satu diantaranya adalah MINIX yang dibuat oleh A. S. Tanenbaum untuk tujuan pendidikan. Source code MINIX inilah yang oleh Linus Torvalds, seorang mahasiswa Universitas Helsinki pada waktu itu, kemudian dijadikan sebagai referensi untuk membuat sistem operasi baru yang gratis dan yang source codenya bisa diakses oleh umum. Sistem operasi ini kemudian diberi nama Linux. Dalam membangun Linux, Linus menggunakan tool-tool dari Free Foundation Software yang berlisensi GNU. Kemudian untuk menjadikan Linux sebuah sistem operasi yang utuh, dia memasukkan program-program yang juga berlisensi GNU.
Berawal dari sistem operasi Unix dikembangkan dan diimplementasikan pada tahun 1960-an dan pertama kali dirilis pada 1970. Faktor ketersediaannya dan kompatibilitasnya yang tinggi menyebabkannya dapat digunakan, disalin dan dimodifikasi secara luas oleh institusi-institusi akademis dan pada pebisnis.
Linux adalah suatu sistem operasi yang bersifat multi user dan multitasking, yang dapat berjalan di berbagai platform, termasuk prosesor INTEL 386 dan yang lebih tinggi. Sistem operasi ini mengimplementasikan standard POSIX. Linux dapat berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi yang lain, termasuk Apple, Microsoft dan Novell.
Nama Linux sendiri diturunkan dari pencipta awalnya, LINUS TORVALDS, di Universitas Helsinki, Finlandia yang sebetulnya mengacu pada kernel dari suatu sistem operasi. Linux dulunya adalah proyek hobi yang dikerjakan oleh Linus Torvalds yang memperoleh inspirasi dariMinix.
Minix adalah sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andy Tanenbaum pada tahun 1987.
Sekarang Linux adalah sistem UNIX yang lengkap, bisa digunakan untuk jaringan (networking), pengembangan software, dan bahkan untuk sehari-hari. Linux telah digunakan di berbagai domain, dari sistem benam sampai superkomputer, dan telah mempunyai posisi yang aman dalam instalasi server web dengan aplikasi LAMP-nya yang populer. Linux sekarang merupakan alternatif OS yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan OS komersial, dengan kemampuan Linux yang setara bahkan lebih Lingkungan sistem operasi ini termasuk :
  •  Ratusan program termasuk, kompiler, interpreter, editor dan utilitas
  •  Perangkat bantu yang mendukung konektifitas, Ethernet, SLIP dan PPP, dan interoperabilitas.
  •  Produk perangkat lunak yang reliabel, termasuk versi pengembangan terakhir.
  •  Kelompok pengembang yang tersebar di seluruh dunia yang telah bekerja dan menjadikan
Linux portabel ke suatu platform baru, begitu juga mendukung komunitas pengguna yang beragam kebutuhan dan lokasinya dan juga bertindak sebagai team pengembang sendiri.
Sejarah Linux berkaitan dengan GNU. Proyek GNU yang mulai pada 1984 memiliki tujuan untuk membuat sebuah sistem operasi yang kompatibel dengan Unix dan lengkap dan secara total terdiri atas perangkat lunak bebas. Tahun 1985, Richard Stallman mendirikan Yayasan Perangkat Lunak Bebas dan mengembangkan Lisensi Publik Umum GNU (GNU General Public License atau GNU GPL). Kebanyakan program yang dibutuhkan oleh sebuah sistem operasi (seperti pustaka, kompiler, penyunting teks, shell Unix dan sistem jendela) diselesaikan pada awal tahun 1990-an, walaupun elemen-elemen tingkat rendah seperti device driver
Linux tidak memiliki suatu logo yang terlihat menarik, hanyalah sebuah burung Penguin yang memperlihatkan sikap santai ketika berjalan. Logo ini mempunyai asal mula yang unik, awalnya tidak ada suatu logo yang menggambarkan trademark dari Linux sampai ketika Linus ( Sang Penemu ) berlibur ke daerah selatan dan bertemu dengan seekor linux kecil dan pendek yang secara tidak sengaja menggigit jarinya. Hal ini membuatnya demam selama berhari-hari. Kejadian ini kemudian menginspirasi dirinya untuk memakai penguin sebagai logonya
TUX, nama seekor pinguin yang menjadi logo maskot dari linux. TUX hasil karya seniman Larry Ewing pada waktu developer merasakan Linux harus mempunyai logo trademark ( 1996 ), dan atas usulan James Hughes dipilihlah nama TUX yang berarti Torvalds UniX. Lengkap sudah logo dari Linux, berupa penguin dengan nama TUX. Trademark ini segera didaftarkan untuk menghindari adanya pemalsuan. Linux terdaftar sebagai Program sistem operasi ( OS ).

Kamis, 07 April 2016

SENSOR TERMAL GARDON GAUGE




GARDON GAUGE
 
  1. Gordon gauge atau Edaran-foil gauge adalah sensor fluks panas terutama ditujukan untuk pengukuran radiasi intensitas tinggi. Ini adalah sensor yang dirancang untuk mengukur kepadatan fluks radiasi (dalam watt per meter kuadrat) dari bidang pandang 180 derajat. Aplikasi yang paling umum dari Garden pengukur dalam pengujian paparan bahan sampel untuk ketahanan terhadap kebakaran dan api.
    Sementara sensor fluks panas dapat dibuat sesuai dengan berbagai desain, sensor pengukur Gardon terdiri dari foil terhubung ke tubuh sensor pada radius eksternal, dan terhubung ke kawat tipis di pusat, dinamai pencetus Robert Gardon.
     
  2.    pusat foil dan samping sendi dan cold dari termokopel masing-masing. Ketika radiasi menyentuh sensor ini menghasilkan sinyal. Hal ini biasanya didinginkan dengan air dan tidak memerlukan kekuatan untuk beroperasi. A disebut Schmidt-Boelter Gauge memiliki penampilan luar yang sama sebagai Gauge Gardon, tetapi menggunakan teknologi sensor yang berbeda. Schmidt-Boelter memiliki kawat constantan berlapis melilit chip isolasi.
  3. Keduanya sensor fluks panas. Satu-satunya perbedaan adalah praktis; pengukur Gardon dapat diproduksi sedemikian rupa sehingga mereka menahan tingkat fluks yang sangat tinggi. Kisaran untuk teknologi Schmidt-Boelter lebih terbatas. Di sisi lain teknologi Schmidt-Boelter bisa mencapai kepekaan yang lebih tinggi pada waktu respon yang lebih rendah. Harap dicatat: Gambar di halaman ini adalah dari ukuran Schmidt-Boelter. Sementara penampilan serupa eksternal, pembangunan internal tidak bahwa dari pengukur Gardon. Pembangunan kedua adalah rinci dalam penjelasan.
    penampang gauge Schmidt Boelter menunjukkan komponen utama instrumen: tubuh logam, sensor hitam, pendingin air pipa masuk dan keluar, pemasangan flange, dan kabel. Dimensi: diameter perumahan 25mm. Menggambar menunjukkan Model SBG01.
    Sebuah spektrum radiasi intensitas tinggi memanjang kira-kira dari 300 sampai 2.800 nm. Gardon alat pengukur biasanya mencakup bahwa spektrum dengan sensitivitas spektral yaitu sebagai "datar" mungkin.
    Untuk kerapatan fluks atau pengukuran radiasi diperlukan oleh definisi bahwa respon untuk "beam" radiasi bervariasi dengan cosinus dari sudut insiden; yaitu respon penuh pada saat radiasi hits sensor tegak lurus (normal ke permukaan, 0 derajat sudut insiden), nol respon ketika radiasi adalah di cakrawala (90 derajat sudut insiden, 90 derajat sudut zenith), dan 0,5 pada 60 derajat sudut datang. Ini mengikuti dari definisi yang gauge Gardon harus memiliki apa yang disebut "respon directional" atau "respon cosinus" yang dekat dengan karakteristik cosinus ideal.
  4. Desain alat pengukur gardon
    Untuk mencapai karakteristik directional dan spektral yang tepat, komponen utama sebuah Gardon pengukur adalah: * Sebuah sensor thermocouple dengan lapisan hitam. Sensor ini menyerap semua radiasi, memiliki spektrum datar mencakup rentang 300 sampai 50.000 nanometer, dan memiliki respon kosinus mendekati sempurna.
    Lapisan hitam pada sensor thermopile menyerap radiasi yang diubah menjadi panas. panas mengalir melalui sensor untuk perumahan sensor dan dari perumahan ke air pendingin. Sensor thermopile menghasilkan tegangan sinyal output yang sebanding dengan fluks panas.
  5. Penggunaan
    Gardon pengukur sering digunakan dalam pengujian api. Biasanya dipasang secara vertikal dan di samping sampel di bawah pengujian. Gardon- atau Schmidt Boelter pengukur terlindungi sensor fluks panas, dan bahwa mereka sangat sensitif terhadap konveksi lokal. Secara umum pengguna harus memastikan bahwa: 1. Radiasi adalah dominan, yang umumnya kasus di atas 50 kW per meter persegi 2. Konveksi tidak membawa pergi terlalu banyak fluks; ini mungkin terjadi pada kecepatan udara yang tinggi atau dalam hal suhu sensor dan suhu udara yang sangat berbeda (sehingga suhu udara di atas 500 ° C